Loading...

Senin, 12 November 2012

Masalah dalam Pendidikan






Setelah mengetahui sistem informasi yang sudah kami posting sebelumnya, sistem informasi juga bisa dikembangkan ke dalam dunia pendidikan sesuai dengan masing-masing kasus permasalahannya.


Jika ditinjau dari beberapa tahun belakangan ini, minat dan semangat belajar yang ada pada diri pelajar sekolah semakin menurun. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersantai dan bercengkrama dengan teman-temannya di suatu tempat. Hal ini membuktikan bahwa semakin lama, pelajar sekolah semakin malas untuk belajar, malas membaca buku dan bahkan tak jarang ditemui perpustakaan sekolah yang hanya dikunjungi oleh beberapa siswa saja karena banyak yang berpikir bahwa perpustakaan itu membosankan. Selain itu, dengan semakin canggihnya teknologi di jaman modern ini kebanyakan pelajar lebih senang berada di depan PC ataupun Notebooknya hanya untuk bermain game baik itu game offline maupun game online.  Lebih parahnya, tak sedikit yang mengakses jejaring social saat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dilakukan sehingga secara tak langsung mereka tidak menghargai dan menghormati pengajar.
Masalah-masalah tersebut harus segera ditangani dan ditindaklanjuti agar nantinya kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) pelajar-pelajar tersebut tetap unggul dan dapat bersaing di dunia Internasional karena pada dasarnya semua pelajar itu pintar dan cerdas, hanya saja mereka kurang memiliki semangat untuk memajukan diri mereka sendiri. Oleh karena itu, dengan dilakukannya e-learning dengan e-book diharapkan dapat menarik perhatian pelajar agar lebih senang untuk membaca, kemudian dengan adanya e-library (perpustakaan elektronik) dapat lebih menunjang pembelajaran dalam dunia pendidikan. Hal lain yang dapat dilakukan yaitu pengadaan game berbasis edukasi yang lebih interaktif agar mereka bisa belajar sedikit meskipun belajar dari game dan untuk mengantisipasi penggunaan jejaring social saat KBM maka pihak sekolah yang menangani masalah jaringan dapat memblokir situs jejaring social saat kegiatan pembelajaran agar tidak bisa diakses oleh pelajar-pelajar, akan tetapi di luar kegiatan KBM maka situs jejaring social dapat dijadikan media untuk sharing ilmu dan belajar bersama.



Sistem presensi yang digunakan saat ini (manual) juga terkadang masih belum bisa diandalkan dengan maksimal karena ada kemungkinan bahwa pelajar-pelajar tersebut melakukan kecurangan dengan memberikan alasan sakit saat temannya tidak masuk, padahal pelajar yang tidak masuk itu sedang bolos. Dengan demikian untuk mengurangi terjadinya kecurangan seperti itu dan meningkatkan rasa tanggung jawab masing-masing pelajar dapat diatasi dengan pengadaan e-present yaitu presensi online dengan menggunakan ID-Card atau sidik jari tiap pelajar. Selain dalam hal presensi, ujian tulis yang diadakan di sekolah juga kadang kala menciptakan kecurangan dari peserta ujian seperti halnya dengan mencontek pelajar yang lain. Untuk menghindarinya, dapat dilakukan dengan penggunaan e-examination (ujian secara online) dengan menggunakan jaringan computer dan keamanan yang tinggi terhadap jaringan tersebut. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kejujuran dari masing-masing pelajar. 

Penyebab lain yang menimbulkan kurangnya semangat pelajar untuk belajar adalah karena metode belajar yang kurang menarik dan interaktif sehingga pelajar merasa jenuh dan malas untuk mempelajarinya. Maka dibutuhkan metode belajar yang asyik dengan membuat presentasi animasi yang penuh dengan kreativitas agar pelajar tidak jenuh dan dapat menarik minat belajar dari siswa. Selain dengan membuat presentasi yang kreatif, sumber-sumber pengetahuan yang lain juga dibutuhkan seperti halnya dengan web edukasi. Saat ini, kebanyakan web edukasi yang tampilannya monoton sehingga pelajar kurang bersemangat untuk mempelajarinya karena para pelajar lebih senang dengan web edukasi yang tampilannya dinamis dan menarik.

Masalah-masalah tersebut dapat diatasi dengan berbagai macam cara seperti adanya e-learning, e-book, e-library dan sebagainya yang tak lain adalah merupakan pengembangan dari sistem informasi yang ada. Pengembangan tersebut dapat dilakukan pada tempat-tempat(instansi pendidikan) yang sudah mempunyai sarana dan prasarana yang memadai, namun untuk tempat yang belum memadai, pengembangannya dapat dilakukan secara bertahap dengan melengkapi sarana prasarana yang belum memadai sehingga semua kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan efisien dan efektif.

Semoga bermanfaat :)

9 komentar:

  1. minda , dhe dan dela ini blognya bagus :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih lintang,,
      semoga bermanfaat ya.. :)

      Hapus
  2. blognya bagus :) ga cuman memberi informasi, tp juga menerapkan informasinya :)

    BalasHapus
  3. kunjungan , interaktif teman

    BalasHapus
  4. permisi,
    numpang komen.
    maaf sebelumnya,
    blognya kebanyakan animasi.
    kasian yg spek rendah. soalnya dilaptopku ngelag ngelag :D

    BalasHapus
  5. blognya udah bagus dek,
    dan sudah berkesan interaktif
    sayangnya terlalu banyak animasi , mungkin bisa di kurangi
    betul kata mas Ryan di atas,tetap di perbaiki dan semangat :D
    terimakasih

    BalasHapus
  6. Blognya berwarna bgt, berwarna itu bagus, tp lebih bagus dibuat simpel aja..
    kasian yg buka kalo banyak animasi dsb... pasti pas mau bukak males juga krn berat..
    saran saya blognya dibuat lebih simpel tp berisi dlm arti bnyak artikel yg bagus & bermanfaat :D

    BalasHapus
  7. bahasanya polos sekali, khas remaja :)
    mungkin di home perlu juga dikasih info bahwa penulisnya siswa SMK, biar pembaca bisa pasang mindset bahwa yang ditulis di blog ini bukan hal yang berat-berat.
    sering2 belajar nulis biar kualitas tulisannya makin oke, n banyakin lagi artikel2nya, sukses ya :)

    BalasHapus